Tingkatkan Pemajuan Kebudayaan Desa

Kemendikbudristek Beri Apresiasi ke 5 Desa Budaya

Acara Apresiasi Desa Budaya dalam Festival DONGDALA Budaya Desa, yang digelar Kemendikbudristek, di Desa Pringgasela Selatan, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur, NTB. (Foto: Istimewa)
Acara Apresiasi Desa Budaya dalam Festival DONGDALA Budaya Desa, yang digelar Kemendikbudristek, di Desa Pringgasela Selatan, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur, NTB. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka – Dalam rangka mendukung program pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan pangan, Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan (PPK) Ditjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menggelar kegiatan Festival Dongdala Budaya Desa, 16-23 Desember 2023.

Kegiatan berlangsung di Desa Pringgasela Selatan, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kegiatan ini merupakan salah satu usaha mewujudkan serta mengembangkan kebudayaan di tujuh kewilayahan yang ada di Desa Pringgasela Selatan.

Tak hanya itu, di malam puncak kegiatan Pemajuan Kebudayaan Desa (PKD) juga digelar acara Apresiasi Desa Budaya (ADB). ADB merupakan agenda tahunan sebagai puncak kegiatan program PKD yang digelar Ditjen Kebudayaan Kemendikbudristek sejak 2021.

Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Ditjen Kebudayaan Irini Dewi Yanti menjelaskan, kegiatan PKD bertujuan untuk membangun kemandirian, kesejahteraan, dan penghidupan berkelanjutan yang bersinergi dengan berbagai sumber daya yang ada di desa. Dari tahun 2021 hingga saat ini, ada 315 desa peserta PKD.

“Tentunya semua itu melalui tahapan proses temu-kenali, pengembangan, dan pemanfaatan. Harapannya desa mampu mandiri dan berdaya. Ini dibuktikan dengan desa mampu membuat perencanaan pembangunan berbasis kebudayaan, dengan narasi dan aktivitas kebudayaan, berikut sistem data kebudayaan yang melekat di dalamnya, termasuk legalisasinya melalui Dokumen Pemajuan Kebudayaan Desa,” jelasnya.

Apresiasi Desa Budaya menjadi wujud pengakuan dan penghargaan atas pencapaian yang telah berhasil diraih desa dan masyarakat dalam menegaskan sebagai Desa Budaya. Kegiatan itu melibatkan para juri dari kalangan akademisi, budayawan, pemerhati dan praktisi serta unsur pemegang kebijakan. Di antaranya Bito Wikantosa (staf ahli Kementerian Desa PDTT), Melani Budianta (Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia), Fitri Utami Ningrum (pendiri Caventer), Redy Eko Prastyo (pegiat Kampung Cepluk), dan Aloysius Budi Kurniawan (wartawan).

Dan pada tahun ini, para penerima penghargaan Apresiasi Desa Budaya adalah Desa Danau Lamo (Jambi), Desa Klungkung (Jawa Timur), Desa Denai Lama (Sumatera Utara), Desa Bayan (Nusa Tenggara Barat), dan Desa Pule (Jawa Timur).

“ADB menjadi salah satu bukti nyata kebudayaan mampu menjadi daya gerak dan daya hidup yang menghasilkan efek positif bagi masyarakat. Termasuk membuka kemungkinan pengembangan dan pemanfaatan kebudayaan yang lebih luas,” jelas Irini.

“ADB diharapkan membuka kesadaran semua pihak di negeri ini untuk menyadari kekuatan budaya yang bisa menjadi arah kebijakan dan implementasi pembangunan nasional,” pungkasnya.

Sementara, berbagai kegiatan diselenggarakan dalam Festival Dongdala Budaya. Di antaranya Pembuatan Janur, Bejabur/Begawe Kelem, Nyiru Jaja Bejangkonga, Nyiru Jaja Bejangkongan, Kesenian musik tradisional Klenang Nunggal Pancor Kopong, Tradisi Religi Zikir Saman, Pameran Budaya Desa Pringgasela Selatan, pameran tenun.

Koordinator Pokja Ketahanan Budaya Syukur Asih Suprojo menjelaskan, kegiatan dilaksanakan sebagai salah satu bentuk kepedulian pemerintah terhadap kemajuan kebudayaan yang ada di Desa Pringgasela. “Kegiatan ini dalam rangka menguatkan dan mendukung pemajuan desa. Begitu juga untuk meningkatkan SDM generasi pemuda untuk lebih peduli terhadap desanya,” jelasnya.https://gayunggoyang.com/wp-admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*