Berharap Batas Usia Capres/Cawapres Turun

Pemuda Muhammadiyah: Putusan MK Tentukan Sikap Politik Anak Muda

Hakim Konstitusi Tengah bersidang. (Foto: Ist)
Hakim Konstitusi Tengah bersidang. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka – Mahkamah Konstitusi telah melakukan tahapan terakhir dari pemeriksaan persidangan perkara Judicial Review (JR) UU Pemilu terkait usia minimal Capres/Cawapres pada Selasa (5/9). Selanjutnya MK akan melakukan Rapat Permusyawaratan Hakim (RPH) untuk mengambil putusan.

“Pergerakan memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Bangsa Indonesia tidak luput dari semangat dan keterlibatan anak-anak muda pada waktu itu. Dimulai dari lahirnya Sumpah Pemuda hingga tidak sedikit tokoh-tokoh muda pada waktu itu yang menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Bangsa Indonesia,” ujar Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Nasrullah, dalam keterangan tertulis, Jumat (9/9).

Menurutnya, selama 32 tahun Orde Baru berkuasa membuat generasi-generasi muda potensial pada zaman itu kehilangan kesempatan untuk ikut berkontribusi ataupun berkontestasi di level nasional untuk ikut membangun bangsanya.

Beberapa waktu kemudian pasca reformasi, terbuka peluang usia minimal Capres/Cawapres diatur di usia minimal 35 tahun sehingga membuka peluang generasi muda untuk memikirkan dan bersiap untuk mengikuti kontestasi Pilpres. Namun, kemunduran dengan lahirnya Undang-Undang Pemilu yang menaikkan usia minimal Capres/Cawapres di angka minimal 40 tahun.

“Menurut kami sebagai anak muda Indonesia merasa didiskriminasi dan dianggap tidak berpotensi dan manafikkan sejarah pergerakan dan perjuangan anak-anak muda Bangsa Indonesia,” tambah Nasrullah.

“Kini harapan kami anak muda Indonesia bertumpu pada Mahkamah Konstitusi, yang akan melakukan RPH mengambil putusan yang menentukan nasib anak muda Indonesia dalam kontestasi Pilpres 2024,” tutup Nasrullah.https://gayunggoyang.com/wp-admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*