Nestapa pengungsi Nduga: Bertahun-tahun ‘diusir’ dari rumah dan kini hak suara mereka di Pemilu 2024 ‘direnggut paksa’

Para pengungsi Nduga dan warga beribadah di Gereja Klasis Baliem Tengah, Jemaat Weneroma, Sinakma, Wamena.
Keterangan gambar,Para pengungsi Nduga dan warga beribadah di Gereja Klasis Baliem Tengah, Jemaat Weneroma, Sinakma, Wamena.

Informasi artikel

  • Penulis,Raja Eben Lumbanrau
  • Peranan,BBC News Indonesia
  • Melaporkan dariWamena, Papua Pegunungan
  • 14 Februari 2024

Ratusan orang asal Nduga, Provinsi Papua Pegunungan, telah mengungsi selama hampir enam tahun tanpa tahu kapan bisa pulang dan hidup dengan sedikit sentuhan dari pemerintah. Namun, nestapa mereka tidak berhenti di situ. Mereka mengaku hak konstitusional sebagai warga negara Indonesia direnggut karena tidak dapat menyalurkan hak suara pada Pemilu 2024.

Mereka pun mempertanyakan komitmen negara, apakah mengakui mereka sebagai warga negara Indonesia atau tidak.

Wartawan BBC News Indonesia, Raja Eben Lumbanrau, bertemu dengan para pengungsi yang kini hidup dalam ‘keterbatasan dan stigmatisasi’ di pinggiran Wamena, di provinsi yang baru dimekarkan melalui kebijakan pemerintahan Joko Widodo. https://gayunggoyang.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*