Tambah Pundi-Pundi Negara, Ganjar-Mahfud Andalkan Cara Ini

Jakarta, CNBC Indonesia – Pasangan capres dan cawapres nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud Md mengandalkan kepastian hukum untuk menggenjot penerimaan negara. Sekretaris Eksekutif TPN Heru Dewanto meyakini kepastian dan penegakan hukum merupakan pondasi paling penting untuk menambah penerimaan negara ini.

“Dari diskusi ini makin jelas, aspek penegakan dan kepastian hukum sangat penting,” kata Heru dalam program Your Money Your Vote ‘Aneka Janji Manis Capres-Cawapres, Dari Mana Duitnya?’ di CNBC Indonesia, Rabu (27/12/2023).

Heru menjelaskan kepastian dan penegakan hukum akan membuat penggunaan anggaran lebih efisien dan tepat sasaran. Dia memperkirakan jumlah duit negara yang bisa diselamatkan dari pemberantasan korupsi amat besar mencapai ratusan triliun Rupiah.

“Dalam konteks efisiensi anggaran dan kebocoran, berapa banyak yang bisa diselamatkan dari sana,” katanya.

Di luar APBN, Heru mengatakan kepastian dan penegakan hukum ini sangat diperlukan untuk menarik minat investor menanamkan modalnya di Indonesia. Dia mengatakan saat ini banyak investor luar negeri yang ingin masuk Indonesia, namun terganjal oleh keraguan mengenai adanya kepastian hukum di negara ini.

“Banyak sekali uang swasta yang siap masuk ke Indonesia, mereka menunggu kepastian dan keyakinan untuk bisa masuk ke sini,” ujarnya.

Dengan banyaknya investasi yang masuk, Heru meyakini penerimaan negara dari sektor perpajakan juga akan meningkat. Bila sudah begitu, kata dia, maka Ganjar-Mahfud tinggal melakukan ekstensifikasi pajak dengan mencari sumber pajak di luar sistem yang sudah ada saat ini. Adapun Ganjar-Mahfud menargetkan rasio perpajakan bisa mencapai 14-16% ketika memimpin Indonesia.

“Kami semakin yakin aspek hukum ini jadi pondasi paling penting bagi Indonesia untuk maju ke depan, karena itulah secara khusus Pak Mahfud dipilih dan diberikan tugas mengawal ini semua,” katanya.

Heru berkata dengan adanya penyelamatan uang negara dan tambahan penerimaan pajak tersebut dirinya yakin program-program andalan Ganjar-Mahfud akan bisa terlaksana.

Dia mengatakan jagoannya mengusung 21 program unggulan, di antaranya 1 keluarga miskin, 1 sarjana; sekolah dapat gaji, lulus pasti kerja; guru ngaji dan guru agama lain digaji; hingga bansos pasti lanjut dan tepat sasaran; serta KTP sakti.

Heru memperkirakan seluruh program tersebut akan membutuhkan anggaran sekitar Rp 500 triliun tiap tahun. Sehingga dalam 5 tahun kepemimpinan Ganjar-Mahfud anggaran yang dibutuhkan adalah sebesar Rp 2.500 triliun. https://kesulitanitu.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*