Simak Cara Pelaku Usaha Memulai Langkah Dekarbonisasi

Jakarta, CNBC Indonesia Urgensi aksi iklim untuk mengurangi pemanasan global berada pada titik tertinggi sepanjang masa. Apalagi dengan semakin sempitnya waktu untuk melakukan perubahan yang diperlukan untuk menghindari dampak terburuk dari perubahan iklim.

Hal ini juga sejalan dengan Perjanjian Paris 2015 yang memicu gerakan di seluruh sektor ekonomi untuk mengurangi atau menghilangkan emisi karbon.

Satu per satu korporasi pun mulai menyatakan komitmennya melakukan dekarbonisasi sebagai bentuk tanggung jawab. Dekarbonisasi juga dilakukan untuk memenuhi desakan publik dan investor yang semakin beralih pada korporasi yang menerapkan prinsip-prinsip sustainability.

Survei Gartner baru-baru ini menemukan bahwa 87% pemimpin bisnis memperkirakan alokasi pengeluaran mereka untuk sustainability akan meningkat dalam dua tahun ke depan.

Dengan semakin besarnya perhatian akan aksi iklim dan gerakan untuk mengurangi emisi karbon atau dekarbonisasi. Banyak pelaku usaha yang secara serius menyikapi aksi ini. Seperti yang dilakukan oleh Berto Coffee Roaster melalui solusi bisnis yang sustainable.

Berto Coffee Roaster

Berto Coffee Roaster menciptakan solusi mesin kopi yang inovatif dengan EcoStruxure Machine dan Augmented Operator Advisor. Teknologi ini membantu produsen pengolahan kopi meningkatkan performa dan produktivitas mesin sangrai kopi untuk hasil kopi yang terbaik dengan tingkat presisi yang tinggi, lebih efisien dan mampu memprediksi potensi terjadinya masalah pada mesin sehingga kegiatan bisnis dapat berjalan secara sustainable.

Solusi ini telah secara signifikan meningkatkan kinerja dan produktivitas mesin roasting kopi Berto, mempercepat waktu perawatan hingga 50%, meminimalkan kesalahan manusia, dan mengurangi biaya perawatan mesin hingga 20 persen, berpotensi mencapai ROI hingga 173 persen, dan secara signifikan mengurangi limbah produksi.Produk Berto bahkan diklaim sebagai mesin roasting hot air yang rendah emisi, yang tentunya menjadi kabar baik bagi aksi iklim.

Selanjutnya ada Rumah Sakit Indriati melalui pengelolaan energi yang cerdas untuk keamanan dan kenyamanan pasien. Sebagai rumah sakit tertinggi kedua di Indonesia dengan 500 kamar dengan 11 ruang operasi, RS Indriati membutuhkan solusi terintegrasi untuk memastikan keandalan dan keamanan distribusi listrik di seluruh fasilitas selama 24/7 tanpa gangguan.

Rumah Sakit Indriati

Namun di sisi lain, manajemen rumah sakit juga perlu mengelola pemakaian listriknya agar lebih efisien dan produktif untuk mengurangi biaya operasional sekaligus mengurangi jejak karbon. Untuk itu, RS Indriati melakukan transformasi dalam pengelolaan listriknya sejak 2018 agar lebih cerdas dan efisien dengan memanfaatkan solusi komprehensif dari EcoStruxure for Healthcare.

RS Indriati pun dapat mengurangi biaya energinya hingga US$ 30,000 per tahun, mengurangi downtime, dan meningkatkan kualitas pelayanannya kepada pasien dan keluarganya.

Rumah sakit lainnya adalah RS Mayapada melalui digitalisasi sistem kelistrikan untuk meningkatkan standar layanan. Sebagai rumah sakit dengan standar internasional, RS Mayapada dipercaya melayani lebih dari 100.000 pasien setiap tahunnya.

Dengan mengintegrasikan solusi EcoStruxure Power Monitoring Expert, Power Advisor, dan Building Operations, RS Mayapada mampu melakukan efisiensi listrik mencapai 30%, dan mengurangi risiko kerusakan peralatan medis akibat tegangan listrik yang tidak stabil hingga 99,99%.

Mayapada Hospital

Upaya yang dilakukan para pelaku usaha untuk mengurangi emisi karbon melalui pengelolaan konsumsi listrik dengan bijak dan efisien tentunya memberikan angin segar dalam upaya memperbaiki lingkungan hidup.

Ketiga entitas bisnis tersebut merupakan beberapa contoh nyata bagaimana aksi iklim dapat dilakukan mulai dari mengidentifikasi kebutuhan utama / mendesak dari upaya dekarbonisasi untuk keberlanjutan bisnisnya. Setiap bisnis memiliki kebutuhan dan titik awal yang berbeda. Terlepas dari pemenuhan atas tuntutan keberlanjutan, aksi iklim dapat menciptakan peluang bisnis dalam berinovasi menciptakan produk hijau / ramah lingkungan yang memberikan nilai tambah dari suatu produk dan tentunya keuntungan bisnis bagi perusahaan.

Cluster President Schneider Electric Indonesia & Timor Leste Roberto Rossi mengatakan, dekarbonisasi dan pencapaian Net Zero Emission (NZE) sangat positif dan krusial untuk menjaga keberlanjutan lingkungan. Di samping membantu melindungi lingkungan alam, hal ini juga untuk memastikan kesinambungan sumber daya alam untuk generasi mendatang. Sebagaimana yang telah menjadi komitmen global untuk mengatasi perubahan iklim, seperti yang tercantum dalam Persetujuan Paris.

“Kesalahpahaman utama yang sering kami temui terkait upaya dekarbonisasi adalah persepsi yang menitikberatkan pada peningkatan penggunaan tenaga surya, angin, dan energi terbarukan lainnya sebagai cara tercepat. Namun, hal yang sama penting dan efektifnya dengan memasok lebih banyak energi bersih dan terbarukan, adalah mengelola tingkat permintaan dan mengoptimalkan konsumsi energi secara lebih efisien.” ucap Roberto.

Berita baiknya adalah sudah banyak solusi canggih yang tersedia untuk meningkatkan efisiensi energi. Perangkat lunak otomasi yang mengoptimalkan proses dan penggunaan energi di lokasi operasional dan rantai nilai, misalnya. Atau sistem smart home dan smart building yang mengidentifikasi dan mengurangi pemborosan energi di rumah dan bangunan komersial. Serta pompa panas listrik yang lebih bersih dan jauh lebih hemat energi daripada teknologi berbahan bakar fosil.

Berto, RS Indriati dan RS Mayapada merupakan beberapa contoh nyata bagaimana teknologi digital dan otomasi berbasis perangkat lunak dapat mendukung inisiatif dekarbonisasi perusahaan.

Di Schneider Electric sendiri, Roberto menegaskan komitmen perusahaan sebagai impact company, yang mengedepankan prinsip leading by example, dimana Schneider Electric secara global telah memulai perjalanan sustainability-nya sejak tahun 2005. Dengan berfokus pada 6 komitmen jangka panjang, kami mengukur dampak operasional kami terhadap People, Planet dan Profit dengan barometer sustainability.

Dalam upaya sustainability-nya, Schneider Electric menggunakan solusi dan teknologinya sendiri untuk mendukung efisiensi dan sustainability perusahaan, termasuk Indonesia. Sejak 2017, Schneider Electric di Indonesia telah mulai bertransformasi menjadi pabrik pintar. Pabrik Batam Schneider Electric bahkan dinobatkan sebagai A National Lighthouse for Indonesia oleh Kemenperin, dan Global Lighthouse dari World Economic Forum untuk penerapan Industry 4.0.

Perusahaan juga menerapkan ekonomi sirkular pada rantai pasokan, terutama pada pengurangan dan penggunaan kembali bahan baku, dengan fokus untuk membeli lebih sedikit dan mengurangi jumlah limbah. Contohnya, Pabrik Batam yang berhasil melakukan pengurangan biaya scrap sebesar 40%, meningkatkan produktivitas dan efisiensi energi hingga 20% dan 10%.

Dalam hal transisi ke energi terbarukan, pabrik Schneider Electric di Cikarang juga sudah mulai mengkombinasikan sumber listriknya dengan menggunakan panel surya sejak tahun 2020, dimana sekitar Upaya ini menghasilkan 200 kW per tahun, mengurangi emisi karbon hingga 181 ton CO2 per tahun atau setara dengan penanaman 900 pohon per tahun.

Dengan rekam jejak dan pengalamannya dalam mentransformasi operasional, Schneider Electric dapat meyakinkan para pelaku industri untuk menjadi mitra digitalnya dalam memulai aksi iklim. Terlebih, sejak 2021 lalu, Schneider Electric membentuk divisi konsultansi khusus yaitu Sustainability Business Service yang terdiri dari para ahli di bidang sustainability yang melayani: Konsultasi aksi iklim, Layanan dekarbonisasi rantai pasokan dan penilaian risiko iklim yang terafiliasi, Layanan komunikasi, termasuk pelaporan/pemeringkatan CSR/ESG, pengembangan rencana aksi iklim, dan klaim reputasi dan keberlanjutan.

Tidak hanya solusi dan konsultasi, Schneider Electric juga menginisiasi Green Heroes for Life yang mengajak berbagai stakeholders baik itu customer, pembuat kebijakan, asosiasi, akademisi dan komunitas untuk menjadi katalisator yang mempercepat aksi iklimnya dan menjadi impact makers bagi lingkungan dan sosial. “Inisiatif ini kami adakan karena kami percaya tiap individu, tidak hanya sebagai pelaku usaha namun juga sebagai bagian dari masyarakat dapat berkontribusi dan melakukan aksi kolektif untuk menciptakan dampak yang lebih besar untuk keberlangsungan bumi dan generasi mendatang,” tutup Roberto. https://perjalananini.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*