IHSG Berhasil Sentuh Level 7.300, 6 Saham Ini Jadi Penopang

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup cerah pada perdagangan Kamis (28/12/2023), menjelang berakhirnya perdagangan tahun 2023 yang tersisa sehari saja.

IHSG ditutup menguat 0,8% ke posisi 7.303,888. IHSG akhirnya berhasil menyentuh level psikologis 7.300 pada hari ini.

Nilai transaksi IHSG pada hari ini mencapai sekitar Rp 9 triliun dengan melibatkan 17 miliaran saham yang berpindah tangan sebanyak 879.875 kali. Sebanyak 307 saham terapresiasi, 210 saham terdepresiasi, dan 248 saham stagnan.

Secara sektoral, sektor properti menjadi penopang terbesar IHSG di akhir perdagangan hari ini, yakni mencapai 2,38%.

Selain itu, beberapa saham juga turut menjadi penopang IHSG pada akhir perdagangan hari ini. Berikut saham-saham yang menopang IHSG pada perdagangan hari ini.

EmitenKode SahamIndeks PoinHarga TerakhirPerubahan Harga
Bank Rakyat Indonesia (Persero)BBRI11,815.7251,78%
Bank Mandiri (Persero)BMRI11,486.1252,08%
Bayan ResourcesBYAN8,5019.8252,72%
Bank Negara Indonesia (Persero)BBNI2,745.3501,42%
Telkom Indonesia (Persero)TLKM2,353.9600,51%
Astra InternationalASII2,265.6000,90%

Saham perbankan berkapitalisasi pasar terbesar ketiga di bursa yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi penopang terbesar IHSG pada hari ini, yakni mencapai 11,8 indeks poin.

IHSG kembali cerah di tengah derasnya aliran dana investor asing yang masuk ke pasar keuangan Indonesia dalam beberapa hari terakhir.

Pekan lalu, Bank Indonesia (BI) merilis data terbaru per tanggal 18-21 Desember 2023 menunjukkan bahwa investor asing terus mencatatkan pembelian neto di pasar keuangan domestik.

Total pembelian bersih mencapai Rp 6,37 triliun, dengan sebagian besar transaksi terjadi di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebesar Rp4,97 triliun, diikuti oleh pasar saham Rp 1,52 triliun, dan Surat Berharga Negara (SBN) Rp0,12 triliun.

Inflow asing yang berlangsung selama enam pekan berturut-turut dengan total lebih dari Rp 40 triliun net buy, dan lebih dari Rp 25 triliun di SRBI.

Pengaruh positif dari sentimen inflow asing menciptakan likuiditas yang melimpah di pasar saham, sehingga dapat membangun kepercayaan pelaku pasar domestik.

Masuknya dana asing didukung oleh pasar negara berkembang yang masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar di tengah kemungkinan era suku bunga tinggi akan perlahan dipangkas.

Selain itu, pada malam hari ini akan dirilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) dalam hal klaim pengangguran awal dan klaim pengangguran lanjutan.

Klaim pengangguran awal diekspektasikan mengalami kenaikan menjadi 210 ribu dari periode sebelumnya sebesar 205 ribu. Sementara klaim pengangguran lanjutan juga diproyeksikan bertambah menjadi 1,875 juta dari yang sebelumnya 1,865 juta.

Jika data nanti malam tercatat lebih tinggi dibandingkan konsensus, maka hal ini akan memberikan angin segar bagi perekonomian global termasuk Indonesia.

Lebih lanjut, hal tersebut menandakan bahwa semakin banyaknya pengangguran yang mengajukan klaim di AS menunjukkan bahwa daya beli masyarakat berpotensi menurun dan berujung pada terkendali inflasi AS.

Jika inflasi di AS semakin melandai, hal ini semakin memperbesar peluang bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) untuk memangkas suku bunganya di tahun depan.

Sebagai catatan, berdasarkan dokumen dot plot Desember, diekspektasikan bahwa The Fed akan memangkas setidaknya tiga kali atau sedikitnya 75 basis poin (bp) atas suku bunga acuannya pada 2024. https://elementlagu.com/wp/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*