Deretan Perusahaan Raksasa Tebar Dividen Jumbo, BRI-BCA-ADRO

Jakarta, CNBC Indonesia – Pembagian dividen merupakan salah satu sarana memperoleh keuntungan investor selain kenaikan harga atau capital gain. Pertumbuhan laba bersih perusahaan akan menjadi sentimen pembagian dividen lebih tinggi.

Perusahaan yang membukukan pertumbuhan kinerja tahun 2023 berpotensi membagikan dividen interim, baik secara historis pernah melakukannya maupun belum pernah.

Hal tersebut dapat menjadi kesempatan investor untuk mengambil peluang potensi adanya dividen jumbo atau interim, sebab sering kali saham telah melonjak terlebih dahulu sebelum perusahaan mengumumkan pembagian dividen.

Di 2023, kebanyakan emiten yang membagikan dividen jumbo merupakan emiten batu bara. Hal ini karena pada 2022, saham-saham yang berada di sektor batu bara mendapatkan keuntungan yang melimpah akibat naik pesatnya harga batu bara.

Adapun kenaikan harga yang cukup tinggi di batu bara pada 2022 diakibatkan oleh adanya embargo barat terhadap komoditas energi Rusia sebagai bentuk sanksi akibat perang Rusia-Ukraina. Alhasil, banyak negara yang kembali membutuhkan batu bara sehingga harganya pun melonjak.

Selain emiten batu bara, tentunya ada beberapa emiten lainnya yang juga telah membagikan dividen jumbonya pada tahun ini. Bahkan, beberapa emiten lainnya akan membagikan dividennya di sisa tahun ini.

Berdasarkan Indeks High Dividend 20 yang dirilis oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), mayoritas saham-saham yang membagikan dividen jumbo pada tahun ini yakni emiten batu bara dan perbankan.

Berikut daftar saham-saham dengan dividen jumbo di tahun 2023.

Lalu, saham apa saja yang telah membagikan dividen jumbonya pada tahun ini? Berikut ini daftarnya, terutama emiten batu bara.

1. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)

ITMG menyetujui pembagian dividen final kepada para pemegang saham senilai US$ 774 juta atau sekitar Rp 11,6 triliun. Adapun rasio pembayaran dividen sebesar 65% dari laba bersih perseroan tahun buku 2022 sebesar US$ 1,2 miliar. Pembayaran dividen sudah dilakukan pada 18 April 2023.

Berdasarkan laporan kinerja keuangan ITMG, sepanjang tahun 2022 emiten sektor tambang ini mencatatkan peningkatan laba bersih yang signifikan. Tercatat laba bersih ITMG melonjak 152,3% di tahun 2022 menjadi US$ 1,2 miliar dibanding tahun 2021 sebesar US$ 475,6 juta.

2. PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO)

ADRO membagikan dividen senilai US$ 1 miliar atau sekitar Rp 14,7 triliun. Besaran dividen tersebut setara 40,1% dari perolehan laba bersih sepanjang tahun 2022 yang senilai US$ 2,5 miliar. Pembayaran dividen terdiri dari US$ 500 juta untuk dividen interim dan US$ 500 juta untuk dividen final.

Pembayaran dividen sudah dilakukan pada 6 Juni 2023. Adapun laba bersih ADRO sepanjang tahun 2022 sebesar US$ 2,5 miliar atau setara dengan Rp 38 triliun. Realisasi ini melesat 167,1% dari tahun sebelumnya yang sebesar US$ 933,5 juta.

3. PT Bukit Asam Tbk (PTBA)

PTBA membagikan dividen Rp 12,6 triliun atau Rp 1.094 per saham. Emiten batu bara pelat merah ini mengalokasikan 100% dari laba bersih perseroan tahun buku 2022.

Pembagian dividen telah dilakukan pada 14 Juli 2023. PTBA membukukan perolehan laba bersih senilai Rp 12,6 triliun sepanjang tahun 2022.

Laba bersih tersebut meningkat 58,9% dibanding periode yang sama tahun 2021 yang senilai Rp 7,9 triliun. Kenaikan didukung kenaikan pendapatan sebesar 45,7% dari sebelumnya Rp 29,6 triliun menjadi Rp 42,6 triliun.

4. PT United Tractors Tbk (UNTR)

Emiten alat berat pertambangan ini telah membagikan dividen final sebesar Rp 6.185 per saham atau senilai Rp 22,5 triliun. Secara keseluruhan total dividen UNTR selama 2022 menjadi Rp 7.003 per saham atau senilai Rp 25,5 triliun.

Jumlah tersebut termasuk di dalamnya dividen interim sebesar Rp818 per saham atau seluruhnya berjumlah Rp3 triliun yang telah dibayarkan pada 24 Oktober 2022.

Adapun dividen tersebut telah dibayarkan kepada para pemegang saham pada 12 Mei 2023.

Mengutip laporan keuangan UNTR, laba bersih sepanjang 2022 meroket 104,34% menjadi Rp 21 triliun dari tahun 2021 yang sebesar Rp 10,2 triliun.

Capaian laba tersebut berasal dari pendapatan yang naik 55,56% menjadi Rp 123,6 triliun dari sebelumnya Rp 79,36 triliun.

Kontribusi pendapatan perseroan berasal dari mesin konstruksi sebesar Rp 51,84 triliun, kontraktor penambangan Rp 54,6 triliun, penambangan batu bara Rp 34 triliun, penambangan emas Rp 7,65 triliun, industri konstruksi Rp 1,03 triliun, dan energi sebesar Rp 201 miliar.

Sementara saldo laba dicadangkan naik 25,94 % menjadi sebesar Rp 71,1 triliun dari tahun 2021 yang sebesar Rp 56,4 triliun.

5. PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR)

Pada 2023, BSSR diketahui akan membagikan dividen interim sebanyak dua kali. Adapun dividen interim pertama atau dividen interim I telah dibagikan pada September lalu.

Pada dividen interim I, BSSR membagikan sebesar US$ 60 juta atau setara Rp 915,6 miliar (kurs Rp 15.260 per dolar AS). Adapun dividen yang telah dibagikan saat itu mencapai 2,61 miliar lembar saham.

Dengan jumlah dividen dan pemegang saham tersebut, maka masing-masing pemegang saham mendapatkan dividen senilai US$ 0,022 per saham atau setara Rp 349,9 per saham.

Setelah pada September lalu BSSR membagikan dividen interim untuk tahun buku 2022 yang pertama, kemudian berikutnya, BSSR akan kembali membagikan dividen interim keduanya, kali ini untuk Tahun Buku 2023.

Pada dividen interim II, BSSR akan membagikan sebesar US$ 20 juta atau sekitar Rp 309,78 miliar.

Melalui keterbukaan informasi, BSSR mengatakan bahwa dividen tersebut akan dibagikan untuk 2.616.500.000 lembar saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan. Dengan begitu, diperkirakan nilai dividen per saham kali ini sebesar Rp 118.45 per saham.

Adapun tanggal Tanggal Daftar Pemegang Saham yang Berhak atas Dividen (Recording Date) akan adalah 9 Januari 2024. Sementara pembagiannya dilakukan pada 24 Januari 2024.

Sebagaimana diketahui, BSSR mencatatkan laba bersih senilai US$ 125,56 juta di kuartal ketiga tahun 2023. Perolehan ini anjlok 36,5% dibanding periode sama tahun 2022 yang setara US$ 197,56 juta.

Padahal, penjualan BSSR di periode itu tumbuh 18,3% secara tahunan menjadi US$ 856,52 pada akhir September 2023. Di sisi lain, beban pokok penjualan membengkak 49,8% secara tahunan menjadi US$ 577,48 juta pada akhir September 2023.

BSSR juga menjadi salah satu emiten yang paling royal membagikan dividen ke pemegang sahamnya.

Sementara Di sisa tahun ini, atau tepatnya Desember 2023, ada beberapa saham perbankan berkapitalisasi pasar jumbo yang akan atau telah membagikan dividen jumbonya.

Adapun dua diantaranya yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang sudah dilakukan pada pertengahan Desember 2023 dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang periode pembagiannya akan dimulai besok.

1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

BBCA telah membagikan dividen interim senilai Rp 42,50 per saham atau setara Rp 5,23 triliun pada 20 Desember 2023 kepada para pemegang sahamnya.

Manajemen BCA memutuskan untuk membagikan dividen interim senilai Rp42,5 per saham dari kinerja keuangan per September 2023. Jumlah saham BBCA yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebanyak 123,275 miliar saham sehingga total dividen yang diberikan mencapai Rp5,23 triliun.

Adapun, nilai tebaran dividen interim itu naik 21,4% dibandingkan tebaran pada 2022 sebesar Rp 35 per saham atau dengan nilai Rp 4,31 triliun.

2. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)

Sedangkan untuk BBRI akan membagikan dividen interim sebesar Rp 84 per saham atau sekitar Rp 38,5 triliun.

Adapun pembagian dividen interim BBRI kali ini berdasarkan kinerja keuangan BBRI pada kuartal III-2023 atau per September 2023.

BRI mengisyaratkan pembagian dividen jumbo dari laba tahun buku 2023. Direktur Utama BRI, Sunarso mengatakan pihaknya mengupayakan setidaknya 70% dari perolehan laba bersih tahun ini akan diberikan kepada investor.

Sebelumnya, BRI telah membagikan dividen untuk tahun buku 2022 sebesar Rp 43,4 triliun atau sebesar 85% dari laba bersih sebesar Rp 51,1 triliun.

Menurut Sunarso, laba bersih BRI pada tahun 2023 paling tidak sudah mencapai Rp 55 triliun. Sehingga, setidaknya 70% dari besaran disebut dapat dialokasikan sebagai dividen. https://ditanggung.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*