Tol Terpanjang RI Ditinggal Konglomerat, Ini Kabar Terbarunya

Jakarta, CNBC Indonesia – Megaproyek Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap (Getaci) harus terhenti dan ditender ulang karena ditinggal para investor. Selain konsorsium BUMN, para konglomerat juga ikut mundur dari proyek ini. Lantas bagaimana nasib Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap?

Mengutip data BPJT Kementerian PUPR, Tol Getaci masih menjadi profil tol yang dilelang pemerintah. Proyek ini diperkirakan menelan anggaran hingga Rp 37,147 triliun.

Secara total, Tol ini memiliki panjang 108,30 km. Adapun lingkup proyek yang ditawarkan kepada investor adalah melakukan pendanaan, perencanaan teknis, pelaksanaan konstruksi, pengoperasian, dan pemeliharaan untuk keseluruhan jalan tol.

Para investor yang berminat untuk proyek ini dapat mendaftar pada jam kerja pukul 08.00-16.00 sejak 20 Oktober 2023 hingga 4 Januari 2024. Batas akhir waktu pemasukan isian dokumen prakualifikasi adalah 5 Januari 2024.

“Seluruh badan usaha baik badan usaha tunggal maupun konsorsium dibolehkan untuk mendaftar. Pendaftaran prakualifikasi hanya dapat dilakukan oleh direktur utama perusahaan atau pihak yang dikuasakan oleh direktur utama dengan melampirkan surat kuasa. Pihak yang mengunduh dokumen wajib mencantumkan copy identitas diri (KTP/SIM/Paspor). Seluruh proses prakualifikasi ini tidak dipungut biaya apapun,” ungkap pernyataan BPJT dikutip Kamis (28/12/2023).

Sebelumnya konsorsium yang berisikan perusahaan BUMN dan swasta bakal membangun tol ini. Bahkan ada nama-nama perusahaan di balik Konglomerat Martua Sitorus hingga taipan tol Yusuf Hamka.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk menjadi pemimpin konsorsium pembangunan tol ini, dengan porsi 32,5%, sedangkan PT Waskita Karya (Persero) Tbk memiliki porsi 20%, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk 10%. Sisanya PT Gama Grup 13,38%, PT Jasa Sarana 0,75%, PT Wijaya Karya (Persero) 10%.

Proyek Jalan Tol Getaci, Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap. (Tangkapan Layar Official Jasa Marga)

Gama Group dimiliki oleh salah satu orang paling kaya di Indonesia, pengusaha perkebunan sawit Martua Sitorus. Berdasarkan data real time Forbes, kekayaannya mencapai US$ 3,1 miliar. Ia juga pemilik konglomerasi sawit Wilmar Group.

Sedangkan ada nama Yusuf Hamka berada di balik perusahaan miliknya PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP), yang menjadi salah satu pemegang saham PT Jasa Sarana, yang merupakan BUMD Jabar.

Berdasarkan daftar pemegang saham Perseroan per 31 Desember 2020, 79,11% saham PT Jasa Sarana dipegang oleh Pemprov Jabar, PT Indec Internusa 0,16%, PT Bakrieland Development Tbk 3,76%, dan 16,95% dimiliki PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk.

Meski ditender ulang, Hedy menjelaskan pembebasan lahan untuk ruas tol ini masih terus berjalan, dengan target penataan sampai Garut. Setelah ada investor baru nanti baru pembangunan tol ini baru akan dilaksanakan.

Adapun imbas pelaksanaan tender ulang ini akan berpengaruh pada penyelesaian proyek, karena proses konstruksi yang mundur.

Namun Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan proyek Tol Getaci ditargetkan sudah sampai Ciamis di 2024. Setelah itu, tol ini bisa diperpanjang hingga Cilacap setelah berganti pemerintahan.

“Nah tentu project-project tersebut salah satunya jalan tol yang tadi juga dibahas dengan Menteri PUPR kalau sampai 2024 baru selesai Ciamis belum nyambung ke Cilacap,” ungkap Airlangga usai bertemu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di kantornya, Senin (17/7/2023).

Tol Getaci ini merupakan Proyek Strategis Nasional sebagaimana tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2020 tentang Percepatan Proyek Strategis Nasional. Saat ini progresnya sudah penetapan lokasi (penlok) wilayah Jawa Barat, dan dilanjutkan penetapan lokasi di Jawa Tengah. Setelah penlok dilakukan, terdapat proses pengadaan tanah seperti sosialisasi lalu musyawarah. Hingga selanjutnya dapat dimulai pembangunan Tol Getaci pada tahun 2023.

Untuk tarif tol awal untuk golongan I tahun 2024 mendatang ditetapkan sebesar Rp 2.025 per kilometer. Sehingga jika dihitung secara kasar tarif tol yang harus dibayarkan dari pintu tol Gedebage hingga tol Cilacap dan sebaliknya mencapai Rp 418.466. Targetnya tol ini untuk tahap pertama dari Gedebage sampai Tasikmalaya bisa selesai pada 2024 mendatang. Selanjutnya dari Tasikmalaya sampai Cilacap pada 2029 mendatang.

Tol Getaci terdiri atas empat seksi, yakni: Seksi 1 Junction Gedebage – Garut Utara (45,20 km), seksi 2 Garut Utara – Tasikmalaya (50,32 km), seksi 3 Tasikmalaya – Patimuan (76,78 km), dan seksi 4 Patimuan – Cilacap (34,35 km).

Untuk Seksi 1 dan 2, jadwal pembebasan tanah ditargetkan Januari 2021 hingga Oktober 2022. Sedangkan jadwal konstruksi adalah April 2022 hingga Juni 2024. Proyek ini ditargetkan bisa operasi pada Juli 2024.

Untuk Seksi 3 dan 4, jadwal pembebasan tanah ditargetkan 2026 hingga 2027. Sedangkan jadwal konstruksi adalah April 2027 hingga Juni 2029. Proyek ini ditargetkan bisa operasi pada Juli 2029. https://berikanlah.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*