Bangun 40 Kota Setara Jakarta, Uang Dari Mana Pak Anies?

Jakarta, CNBC Indonesia – Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar memiliki banyak sumber pendanaan untuk merealisasikan pembangunan 40 kota yang naik kelas menjadi setara DKI Jakarta.

Selain menggunakan pendanaan yang berasal dari perpajakan hingga kerja sama dengan pihak swasta, pendanaan untuk peningkatan kapasitas 40 kota agar setara Jakarta itu salah satunya menggunakan anggaran pemerintah pusat untuk memperkuat anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

Co-Captain Tim Nasional Pemenangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Timnas AMIN) Thomas Lembong menjelaskan, penggunaan APBN untuk memperbesar kapasitas APBD ini penting untuk mengembangkan wilayah 40 kota itu karena saat ini APBD antar wilayah masih sangat timpang.

“Banyak orang tidak sadar betapa timpangnya APBD antar kota. Jadi Jakarta itu APBD nya Rp 80 triliun per tahun, Banjarmasin ata Palangkaraya palingan APBD nya Rp 1 triliun sampai Rp 2 triliun per tahun,” kata Lembong dalam program Your Money Your Vote CNBC Indonesia, Rabu malam (27/12/2023).

Untuk merealisasikan hal itu, Lembong mengatakan, pemerintahan Anies-Muhaimin nantinya akan mengatur ulah komposisi APBN untuk belanja transfer ke daerah. Dari yang selama ini dua per tiga APBN untuk belanja pemerintah pusat menjadi sebaliknya.

“Saat ini hanya sepertiga ke daerah, ini harus berubah, jadi selama 10 tahun terakhir, atau mungkin lebih, yang tumbuh cepat belanja pusat sementara transfer ke daerah kecil sekali, ini harus dibalik justru belanja pusat harus dibatasi, transfer ke daerah yang harus ditingkatkan untuk mengurangi ketimpangan,” ucap Lembong.

Cara selanjutnya, ia mengatakan, Kementerian Keuangan juga nantinya harus membentuk semacam akademi untuk melatih dinas keuangan di pemerintah kota dan kabupaten untuk meningkatkan penghasilan asli daerah.

“Jangan hanya dengan cara-cara lama seperti menaikkan pajak kendaraan, tapi kenapa sampah tidak dipasang iuran, gula dikenakan cukai, banyak iuran seperti ini lebih baik diimplementasikan di tingkat lokal, seperti sampah karena itu masalah lokal,” tegasnya.

“Jadi ini contoh saja beberapa sumber pendanaan untuk memeratakan ke 40 kota se-Indonesia,” ungkap Lembong.

Seiring dengan peningkatan transfer dan PAD, Lembon menekankan, pemberantasan korupsi juga tentu harus dilakukan supaya peningkatan dana yang ditransfer ke daerah tidak bocor ke pihak-pihak tertentu dan malah mengganggu pembangunan yang merugikan masyarakat.

“Data dibuka ke publik sehingga publik termasuk aktivis, LSM, pihak ketiga yang independen mengawasi, kita semua setuju penganggaran baik penerimaan maupun pencarian sangat tidak transparan sehingga publik tidak bisa mengawasi,” tutur Lembong.

Sebagai informasi, 40 kota yang akan disulap menjadi setara Jakarta sebelumnya telah diungkap Anies Baswedan dalam diskusi bersama mahasiswa Jawa Tengah di Gor Jatidiri, Semarang, Minggu (24/12/2023) seperti dikutip detik.com. Berikut ini rinciannya:

1. Banda Aceh

2. Medan Metropolitan

3. Padang

4. Batam

5. Pekanbaru

6. Jambi

7. Palembang

8. Pangkal Pinang

9. Bengkulu

10. Bandarlampung

11. Serang

12. Metropolitan Jakarta

13. Metropolitan Bandung Raya

14. Cirebon

15. Metropolitan Semarang

16. Cilacap

17. Malang

18. Metropolitan Surabaya

19. Metropolitan Denpasar

20. Yogyakarta

21. Surakarta

22. Metropolitan Balikpapan

23. Tarakan

24. Palangkaraya

25. Banjarmasin

26. Pontianak

27. Ternate-Sofifi

28. Ambon

29. Mataram

30. Kupang

31. Jayapura

32. Timika

33. Palu

34. Metropolitan Makassar

35. Mamuju

36. Kendari

37. Gorontalo

38. Manado-Bitung

39. Sorong

40. Merauke https://cingengkali.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*